blog islami yang berisi bacaan doa sehari-hari, seperti doa selamat dan tolak bala, doa setelah sholat fardhu, doa sholat tahajud, doa sholat duha, doa qunut witir di bulan ramadhan, doa qunut subuh, dll. Selain itu terdapat juga bacaan dzikir dan doa di bulan ramadhan, niat puasa ramadhan, niat puasa sunnah rajab, sya'ban, dzulhijjah, syawwal, dll. Materi khutbah jumat, khutbah idul fitri, khutbah Idul Adha, khutbah bahasa sunda, pembukaan khutbah, pembukaan pidato, sejarah tokoh dan kyai

MEMBACA SHALAWAT KEPADA NABI SAW MENURUT AL-QURAN DAN SUNNAH (I)

MEMBACA SHALAWAT KEPADA NABI SAW MENURUT AL-QURAN DAN SUNNAH (I)

Hukum membaca shalawat, dalil membaca sholawat


قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ : اِنَّ اللهَ وَمَلائِكََتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا * اِنَّ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ لَعَنَهُمُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَ الأَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِيْنًا * وَالََّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْابُهْتَانًا وَ اِثْمًا مُبِيْنًا *  (الأحزاب : 56-58 )

Shalat menurut etimologi berarti do’a, mengambil berkah, memohon ampunan dan mengagungkan. Menurut mayoritas ahli bahasa adakalanya shalat berarti mendo’akan. Dalam Al-Qur’an kata shalat mengandung arti do’a dan  memohon ampunan begitu juga kalau dikaitkan dengan shalat fardhu. Shalat bisa juga berarti rahmat.
Menurut Ar-Raghib Al-Ashfahani, bacaan shalawatnya Rasul dan Allah yang ditujukan kepada kaum muslimin hakikatnya adalah Allah membersihkan/mensucikan kaum muslimin (dari noda dan dosa), sementara arti shalawatnya  Malaikat adalah do’a dan memohon ampunan sebagaiamana shalawatnya manusia.
Menurut sebahagian ulama, shalat berasal dari kata الصلاء  yang berarti api Allah yang dinyalakan. Bila seseorang shalat berarti dia berusaha untuk menghilangkan api Allah yang dinyalakan, karena bentuk kata صلّى seperti مرّض  mengandung arti ازالة (menghilangkan).
Imam Bukhari mengatakan bahwa Abu al-‘Aliyah pernah berkata : “Allah bershalawat mengandung arti bahwa Dia memuji Nabi lalu diikuti oleh para malaikat yang mana shalawatnya Malaikat berarti doa. Menurut Ibnu Abbas, malaikat bershalawat berarti memohon keberkahan untuk Nabi. Sementara menurut Sufyan Tsauri yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi mengatakan bahwa Shalawat Allah berarti memberikan rahmat dan shalawatnya malaikat berarti memohon ampunan.

Shalawat kepada Nabi menurut Terminologi

Al-Hafidz Ibnu Katsir berpendapat bahwa tujuan ayat ini(Q.S. Al-Ahzab: 56-58) adalah:
1.      Allah SWT memberitahukan kepada hamba-hambanya mengenai kedudukan seorang hamba dan Nabi-Nya yakni Muhammad Saw di sisi-Nya pada kedudukan yang sangat tinggi dengan cara memuji Nabi di hadapan para Malaikat.
2.      Allah SWT menunjukkan kepada kita tentang kedudukan Rasul yang sangat agung dan mulia di hadapan seluruh makhluk yang ada di langit, Oleh karena itu seluruh makhluk yang ada di muka bumi harus mengagungkan dan menghormatinya terutama jin dan manusia yang memiliki kebebasan untuk memilih dan memikul tanggung jawab untuk seluruh perbuatan yang dikehendakinya.
3.      Mengajarkan kepada kita untuk selalu membaca shalawat kepada nabi sebagaimana yang dilakukan oleh para Malaikat yang ada di langit.
4.      Allah Bershalawat tidak hanya kepada seorang Rasul saja akan tetapi kepada semua hamba Allah yang benar-benar beriman. Sebagaimana firman Allah:
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلا ئِكَتَهُ ( الأحزاب :  43  )
أُولئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ( البقرة : 157   )

Shalawat Malaikat

Bila Allah bershalawat mengandung arti rahmat, mengagungkan dan pujian, maka shalawatnya malaikat adalah do’a dan istighfar/memohon ampunan. Kita telah tahu bahwa Allah bershalawat untuk hamba-hamba-Nya yang beriman sedangkan Malaikat hanya menjalankan aturan dan melaksanakan perintah Allah yaitu bershalawat kepada hamba-hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Asy-Syura :5

وَالْمَلائِكَةُ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِي اْلأَرْضِ

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda:”Malaikat selalu bershalawat kepada salah seorang di antara kamu selama dia berada di tempat shalatnya, dengan shalawatnya : اللهم صل
 عليه اللهم ارحمه
Dalam riwayat ‘Aisyah ra. Ia berkata : sesungguhnya Allah dan malaikat bershalawat kepada orang-orang yang berada di barisan kanan (dalam shalat berjama’ah).
Ibnu Hibban berkata: Al-‘Arbadh salah seorang ahli sufi mengatakan bahwa Rasul bershalawat  kepada orang-orang yang berada di barisan depan tiga kali, di barisan kedua sekali, dan dia menyebutkan  bahwa ampunan Allah dan Istghfarnya malaikat adalah untuk orang-orang yang shalat di barisan kanan (dalam shalat berjama’ah)
Dalam riwayat ‘Aisyah yang dikeluarkan oleh Imam Baihaqi, Nabi bersabda : sesungguhnya Allah beserta malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang shalat bershaf-shaf/ berjama’ah

Shalawat dari Manusia kepada Rasul  Saw.

Karena Allah telah menjadikan ikatan atas diri-Nya dan malaikat-Nya dengan bershalawat kepada Nabi-Nya, maka Allah pun memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk membaca shalawat dan salam kepada Nabi dengan tujuan:
1.      Menambah keagungan Nabi
2.      Pengakuan bagi Nabi atas segala yang dibawanya sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya
3.      Menambah penjelasan
4.      Keharusan dalam agama
Asababun Nuzul ayat ini adalah:
Menurut Ka’ab bin Ujrah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa:Sebagian sahabat bertanya kepada Rasul: “wahai Rasulullah,  kami semua telah mengetahui mengenai ucapan salam kepadamu, maka bagaimana dengan shalawat? Beliau menjawab:”kepada Rasul ucapkanlah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَاصَلَّيْتَ عَلَي إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ اِبرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ   

Menurut Abu Hamid As-Sa’idiy yang diriwayatkan oleh Malik, ketika Nabi ditanya: “bagaimana caranya kita bershalawat kepadamu”, beliau menjawab: “Ucapkanlah:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَََّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَّمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Menurut Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’I dan Al-Hakim yang diterima dari Abu Mas’ud Al-Anshary,  para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah mengenai salam kami telah faham, maka bagaimana kami bershalawat kepadamu dalam shalat kami?”, Nabi menjawab: “Ucapkanlah : اللّهمّ صلّ على محمّد
Berpijak pada riwayat terakhir maka Imam As-Syafi’I menyimpulkan wajibnya membaca shalawat kepada Rasul dalam Tasyahud Akhir atas setiap orang yang shalat, barangsiapa meninggalkannya maka tidak shah shalatnya.
Al-Qadhi ‘Iyadh berkata dalam kitab As-Syifa, dan dia berbeda pendapat dengan  Imam Syafi’I : barangsiapa yang tidak membaca shalawat kepada Nabi dalam Tasyahud Akhir  maka shalatnya menjadi rusak dan dia wajib mengulanginya. Tidak ada yang mendahuluinya dalam pendapat ini dan tidak mendapatkan pahala sunat atas shalat yang mengikutinya.
Mayoritas Ulama mengingkari masalah ini dan mencacinya, di antaranya At-Thabary dan Al-Qusyairy.  Pengikut madzhabnya pun  Al-Khitabi menentang juga dengan mengatakan: “aku tidak mengetahui masalah shalat yang mengikutinya, dan orang-orang telah mencacinya atas masalah ini.
Ibnu Katsir berkata: “Ini adalah pendapat Imam As-Syafi’I yang dinuqil  dari Ibnu Mas’ud dan Jabir bin Abdullah dan dari Tabi’in As-Syu’ba dan Abu Ja’far Al-Baqir. Imam Ahmad pun berpendapat sama sebagaimana yang diceritakan oleh Abu Zar’ah juga Ibnu Al-mawazin pengikut madzhab Maliki.
Banyak sekali hadits-hadits  tentang shalawat kepada Nabi dengan  redaksi dan bentuk yang berbeda-beda, di antaranya ada hadits marfu’,mauquf dan maqthu juga berbeda-beda pula tingkat keshahihan dan kelemahannya.

Baca seterusnya disini

Oleh : N. Ade Lia R.
NIM : 11.017
Program Studi : Pendidikan Bahasa Arab
Program Pascasarjana IAIC Tasikmalaya

-referensi ada pada penulis-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar