Doa Saat Hujan dan Angin Kencang
Angin kencang, angin ribut atau angin puting beliung dengan kekuatan tertentu dapat menerbangkan benda-benda yang tak layak diterbangkan. Dalam hal ini, kita sebagai manusia dianjurkan berdo'a kepada Allah SWT sebagai penguasanya. Berikut ini doa yang perlu dibaca saat angin berembus demikian kuat.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Doa tersebut terdapat dalam hadits Imam Muslim.
Dan dapat ditambahkan dengan doa berikut:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رِيَاحًا وَلَا تَجْعَلْهَا ضَرُوْرَةً
Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîhâ wa khairamâ ursilat bih, wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîhâ wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj‘alhâ rahmatan wa lâ taj‘alhâ ‘adzâban. Allâhummaj‘alhâ riyâhan wa lâ taj‘alhâ dharûratan.
Artinya, “Wahai Tuhanku, aku minta kepada-Mu kebaikan ini angin, kebaikan barang yang ada di dalamnya, dan kebaikan barang yang diutus melaluinya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan ini angin, kejahatan barang yang ada di dalamnya, dan kejahatan barang yang diutus melaluinya. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin rahmat dan jangan jadikan ini sebagai angin siksa. Wahai Tuhanku, jadikan ini sebagai angin manfaat dan jangan jadikan ini sebagai angin bahaya.
Berikut di antara doa-doa saat hujan turun:
1. Doa agar hujan menambah berkah
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.
Artinya: Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan baik dan menjadi aliran air yang bermanfaat.
Atau yang populer di masyarakat dan yang banyak dihafal adalah doa berikut:
اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban nafi‘an.
Artinya: Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan yang bermanfaat.
2. Doa saat hujan deras agar terhindar dari banjir
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ
وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.
3. Doa ketika awan mendung
Rasululah saw ketika melihat awan gelap, beliau memohon agar awan yang membawa hujan tidak menjadi penyebab azab atau bencana, tapi rahmat. Berikut riwayatnya (HR Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai):
اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ
Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin
Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab.
DOA SAAT ADA PETIR
Diriwayatkan Imam Malik dan Imam bukhori dalam Adabul mufrod nya, sikap Ibnu Zubair R.A jika mendengar petir, maka beliau meninggalkan percakapan dan berdoa:
سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra'du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.'
Artinya: "Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya."
Dalam momen-momen di atas, Rasulullah Saw pun berdoa, memohon pada Allah Swt. Sebagaimana tercantum dalam hadis Musnad Imam Ahmad, Adabul Mufrod Imam Bukhori, Sunan Tirmidzi:
اللَّهُمَّ لَاتَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلَاتُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ
Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika
Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar